Dalam case kita, maka BGP connection pertama-tama harus established dulu antara PE1dan PE2.
Konfigurasi PE1
router bgp 100
no synchronization
neighbor 192.168.100.3 remote-as 100
neighbor 192.168.100.3 update-source Loopback0
no auto-summary
Konfigurasi PE2
router bgp 100
no synchronization
neighbor 192.168.100.1 remote-as 100
neighbor 192.168.100.1 update-source Loopback0
no auto-summary
Setelah Anda configure, maka Anda periksa apakah TCP connection antara BGP yang ada di PE1 dan PE2 sudah established, atau belum. Jika tertulis statusnya Active (bukan Established) maka dapat dipastikan bahwa peering BGP belum terbentuk. Anda periksa lagi configurasi yang digunakan. Cara lain untuk memeriksa status BGP, bisa memeriksa disalah satu router.
PE1# sh ip bgp neigh
Ada banyak informasi yang akan keluar. Yang Anda perlu tahu hanyalah apakah peering (atau bisa disebut tunnel) BGP sudah terbentuk antara PE1 dan PE2. Anda bisa juga melihat hal tsb dengan perintah berikut.
PE1# sh ip bgp sum
Perhatikan statusnya, apakah Active, jika active maka connection (BGP peering) belum terbentuk. Jika sampai tahap ini BGP connection sudah established, maka langkah selanjutnya adalah, membuat router virtual di PE1 dan PE2.
Mengapa kita perlu router virtual? Karena kita berhadapan dengan customer yang bisa saja IP prefix yang digunakan sama. Idenya adalah, bahwa router virtual di PE1 dan PE2 itu adalah ”mini-router” yang dedicated untuk mengatur routing table Customer A (vpn1) dan Customer B (vpn2). Karena konsepnya dedicated, maka jumlah router virtual ini akan sebanyak jumlah VPN Customer yang terhubung ke PE itu (dalam case kita ada 2 router virtual didalam pysical router PE1, karena ada 2 customer yang terhubung ke dia). Masing-masing router virtual (dalam satu physical router PE), memiliki routing table sendiri-sendiri yang saling terpisah. Nantinya Anda akan bisa memeriksa routing table pada router virtual untuk Customer A (vpn1) misalkan:
PE1# sh ip ro vrf vpn1
Perintah diatas adalah untuk melihat isi routing table sebuah router virtual bernama vpn1 di dalam router PE1. Kita akan mendalami hal ini nanti. Sekarang kita cukupkan langkah ke tiga ini dimana kita telah berhasil meng-configure BGP antara PE1 dan PE2. Langkah selanjutnya adalah mengaktifkan MPLS di PE1, PE2, dan Core.
0 comments:
Post a Comment