December 19, 2011 - 0 comments

Studi Kasus Dengan GNS3

           Setelah membaca semua materi jaringan yang ada pada blog ini, tentu kita akan penasaran untuk mempraktikan materi yang ada, sehingga kita akan lebih mengerti bagaimana matei-materi tersebut jika diimplementasikan pada kondisi jaringan yang sebenarnya. Disini kita akan menggunakan simulator yang mirip seperti aslinya, dan perangkat yang kita gunakan merupakan perangkat-perangkat keluaran Cisco. Software simulasi tersebut adalah GNS3 dengan IOS yang telah mendukung router yang dapat digunakan untuk mengaplikasikan semua materi diatas. Mengenai review GNS3 dan bagaimana cara penggunaannya, dapat ditelusuri di mesin pencari Google.
            Selanjutnya mari kita mulai mengunakan GNS3, disini kami mendefinisikan bahwa pembaca telah mengerti fitur-fitur yang ada pada GNS3, dan hanya tinggal mengimplimentasikan konfigurasi yang ada pada masing-masing router. Selanjutnya hal-hal yang akan kita pelajari adalah :
  1. Cara setup Router Cisco secara sederhana, dengan routing statik.
  2. Cara setup salah satu dynamic routing di Router Cisco, minimal RIP.
  3. Fungsi BGP, cara setup BGP, dan verifikasinya.
  4. Fungsi OSPF, cara setup OSPF, dan verifikasinya.
  5. Konsep jaringan MPLS, dan cara setup serta verifikasinya.
  6. Cara setup router virtual dengan VRF.
  7. Cara setup MP-BGP.
  8. Cara menyuntikkan routing prefix ke MP-BGP
Kita akan menggunakan beberapa perangkat yang terhubung dalam sebuah jaringan dengan topologi seperti berikut :


Di dalam gambar tsb ada dua customer :
  1. Customer A, yaitu VPN1 yang ingin menghubungkan Jakarta (Router VPN1_A) dan Surabaya (Router VPN1_B)
  1. Customer B, yaitu VPN2 yang ingin menghubungkan Jakarta (Router VPN2_X) dan Surabaya (Router VPN2_Y)
Kita juga akan menggunakan IP yang sama pada router VPN1_A dan router VPN2_X. Langkah pertama dapat kita mulai dengan konfigurasi pada sisi customer.


Selanjutnya kita mulai mengkonfigurasi router-router yang terdapat pada jaringan inti MPLS, yang dalam kasus ini dianalogikan sebagai router dari masing-masing provider.


 
Setelah semua IP dikonfigurasi, cobalah ping router yang bersebelahan, misalnya antara PE1 dan Core, atau PE2 dan Core. Jika berhasil, berarti masing-masing router yang bersebelahan sudah terhubung, jika gagal coba cek konfigurasi IP yang ada pada setiap router. Setelah semua interface berhasil dikonfigurasi, langkah berikutnya adalah mengkonfigurasi routing dynamic.



0 comments:

Post a Comment